Salah satu teori yang mempelajari tanda-tanda di dalam sebuah karya sastra adalah semiontik. Teori semiontik yang khsus dan paling tepat diterapkan dalam puisi adalah semiontik yang dikembangkan oleh Michael Riffaterre. Buku ajar ini merupaka teori semiontik Riffanterre yang diaplikasikan pada puisi-puisi karya penyiar Indonesia, khususnya puisi-puisi Zawawi Imron.