Buku ini berisi tentang Sosiolinguistik.
Kecerdasan yang berkaitan dengan Sanggar Sastra adalah kecerdasan linguistik, spasial, musikal, dan kinestetik. Mengapa demikian? Dalam Sanggar Sastra mahasiswa mendapat kesempatan untuk meningkatkan pemerolehan pengalam artistik dan estetik sastra, yaitu menulis karya sastra, melisankan, memusikalisasi, dan meragakan atau menampilkannya di atas panggung.
Buku Sosiolinguistik memaparkan secara detail hal-hal yang berhubungan dengan bahasa serta penggunaannya dalam masyarakat yang dikembangkan dengan memasukkan unsur lintas budaya. Selain itu, buku ini juga menampilkan uraian tentang implementasi pendekatan sosiolinguistik dalam pembelajaran pada masyarakat Indonesia yang multikultur.
Buku ini mencakup konsep mengenai apa itu sosiolingistik, apa itu variasi bahasa, bagaimana proses pemerolehan bahasa, apa dab bagaimana bahasa serta gender di dunia Barat dan dunia Timur yang berakar pada norma dan tradis yang berbeda. Pemahaman tentang gender dibahas dari perspektif budata lokalnya yang banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat secara linguistik.
Dalam semiotik makna didefinisikan secara erat dengan tanda, tetapi hubungan antara makna dan tanda dikonseptualkan secara berbeda jika pendirian teoritis berbeda.
Dalam buku Teori Kesuastraan ini, Rene Welker dan Austin Warren membicarakan dua macam pendekatan terhadap karya sastra. Pertama, pendekatan ekstrinsik, yakni pendekatan yang mengaitkan karya sastra dengan bidang lain (psikologi, masyarakat, dan biografi). Kedua, pendekatan intrinsik, yakni pendekatan yang mengkhususkan diri pada unsur-unsur kritik sastra, teori sastra, sejarah sastra, sastra n…
Kajian ekologi sastra masih tergolong baru. Sastra sering arif lingkungan atau sebaliknya. Terlepas dari itu, ada anggapan bahwa tampaknya sastra berisi kisah nyata yang bernilai tinggi. Sastra ada yang dikategorikan sebagai sastra hijau, yang dapat memberikan pengetahuan, hiburan, mengembangkan imajinasi, serta memberikan pengalaman sehingga pembaca akan larut ke dalamnya.
Buku ini mencoba memberikan gambaran tentang keketatan hubungan antara bahasa dengan makna sehingga setiap ciri dan bentuk perilaku bahasa juga mempengaruhi fitur semantisnya.