Buku panduan wacana & apresiasi seni baca puisi ini didalamnya bahas berbagai hal yang berkaitan dengan gagasan, konsep, juga metode, teknik, dan gaya dalam seni pembacaan puisi.
Buku ini berisi nyanyian kebangkitan
Buku ini membahas tentang hakikat neuropsikolinguistik ; otak manusia dan hewan ; area bahasa otak manusia ; bahasa tanda ; pemerolehan bahasa ; produksi ; persepsi ; dan pemahaman ujaran ; bahasa dan memori ; bahasa dan pikiran ; kecerdasan dan bahasaa ; gangguan bahasa ; melipatgandakan kecepatan membaca ; teknik kajian neuropsikolinguistik.
Buku "MUTIARA BAHASA" merupakan kumpulan permasalahan bahasa, dan permasalahan bahasa itu diperoleh dari berbagai pengalaman, seperti waktu mengajar, pengalaman waktu menatar, pengalaman waktu melatih, dan sebagainya.
Buku Mozaik Penilaian Pembelajaran Bahasa dan Apresiasi Sastra Indonesia di Sekolah Dasar ini merupakan salah satu sumber dalam upaya menciptakan proses pembelajaran keterampilan berbahasa dan apresiasi sastra Indonesia di SD yang bermutu.
Buku ini merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis. di bidang morfologi, teori yang digunakan adalah teori morfologi struktural dan teori morfologi generatif. di bidang sintaksis, teori-teori yang digunakan adalah teori sintaksis, struktural, teori tata bahasa generatif transformasional, teori tata bahasa kasus, teori tata bahasa lexicase, teori rasional, dan teori tata bahasa tagmemik
Buku ini berbicara tentang teori dan aplikasi keterampilan berbahasa dan apresiasi sastra Indonesia di SD.
Buku ini berisi gambaran lengkap dan terperinci mengenai berbagai fenomena seni pembacaan dan pemanggungan puisi, khususnya musikalisasi puisi.
Buku ini membicarakan pembentukan kata-kata bahasa Indonesia melalui proses afiksasi, reduplikasi, komposisi, konversi, akronimisasi serta proses penyerapan bahasa asing.
Dakam buku ini penulis lebih menitikberatkan pada pembahasan tentang isu terkini yang berkaitan dengan tata bahasa Indonesia yang mengalami gejala-gejala morfofonologi atau morfofonemik yang selama ini para linguis, pengguna bahasa maupun pemerhati bahasa cenderung tidak konsisten dalam menggunakan konstruksi-konstruksi yang semestinya harus mengalami morfofonemik tetapi tidak mengalami morfof…