Cerita ini mengenai perjalanan rasa.
Buku pragmatik sastra ini hendak memberikan garis-garis awal penelitian kegunaan sastra pada tataran empirik. Pragmatik sastra adalah prespektif pemahaman sastra pada taraf fungsi sastra bagi kehidupan manusia.
Buku ini ditulis sebagai materi pengayaan untuk mata kuliah Fiksi atau Sejarah Sastra, khususnya sejarah novel Indonesia periode 2000-an mengalami perkembangan pesat dengan munculnya berbagai genre novel yang sebagian besar belum berkembang pada periode sebelumnya.
Buku ini berisi catatan yang ditinggalkan oleh seorang laki-laki yang, sesuai dengan sebutan yang sering dipakai untuk dirinya, kami sebut Steppenwolf.
Buku ini berisi tentang perencanaan pembelajaran bahasa berkarakter.
Buku ini memberikan panduan praktis bagaimana mengenalkan buku pada anak-anak melalui dua infrastruktur sosial tersebut. Dengan begitu, harapannya mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kebiasaan membaca tinggi. Hal itu penting karena kegemaran membaca menjadi satu langkah pembuka bagi mereka yang mencintai ilmu pengetahuan, seni, nilai-nilai luhur kehidupan (values) dan budaya bangsa.
Novel ini menggambarkan suasana abad pertengahan Inggris yang diwakili tokoh-tokoh seperti Ivanhoe yang kembali dari Perang Salib untuk mengklaim warisannya dan Rowena sang kekasih, Isaac dari York seorang Yahudi yang dituduh kafir, dan sang anak Rebecca yang akan dibakar di tiang gantungan karen adituduh tukung sihir.