Buku ini masalah pokoknya adalah "Antropologi Sastra" dan "Proses Kreatif". Sejajar dengan Psikologi Sastra dan Sosiologi sastra, antropologi sastra adalah analisis karya sastra dalam kaitannya dengan unsur-unsur kebudayaan, sehingga berbeda dengan sastra antropologi, karya sastra tetap memiliki posisi dominan. Proses kreatif adalah energi karya sastra, didalamnya berbagai aspek kebudayaan diev…
Buku ini mendeskripsikan dan membandingkan beberapa perbedaan ancangan analisis wacana linguistik, yakni Teori Tindak Tutur, Sosiolinguistik Interaksional, Etnografi Komunikasi, Pragmatik, Analisis Percakapan, dan Analisis Variasi.
Buku ini lebih menekankan pada pengkajian unsur-unsur atau faktor-faktor teater dan kemungkinan-kemungkinan garapan, gaya dan teknis pementasan. Jadi lebih bersifat drama pentas,dengan menekankan pada pendekatan teater.
Buku ini memperluas pengertian analisis wacana,dilengkapi dengan pengertian bahasa,fungsi, penguasaan, dan tindak bahasa.. Kemudian, pengertian tentang praanggapan juga diperluas disamping contoh-contoh yang lebih banyak.
Buku ini menyajikan kajian analisis wacana secara komprehensif, baik secara teoritis maupun praktis.Kajian teoritis dan praktis ini, diharapkan membantu pembaca untuk memahami sekaligus melakukan kegiatan analisis terhadap wacana secara benar
Buku ini mengungkap dan membongkar karya sastra sebagai wacana dalam rangka untuk memaparkan makna,estetika, dan ideologi dalam tiga genre sastra, yaitu puisi, drama (skenario), dan novel. Penggunaan teori kontemporer semiotika, formula hermeneutika, dan strukturalisme-genetik menjadikan analisis wacana kritis dalam buku ini menjadi komprehensif
Buku ini merupakan kajian teoritis terhadap teori-teori yang terkait dengan kalimat efektif, kesalahan berbahasa, kesantunan berbahasa, dan bahasa pada umumnya.
Buku ini membongkar makna sebuah karya sastra , memuat berbagai penjelasan tentang hubungan sastra dengan berbagai ilmu, pendekatan dan model analisis satra, serta hubungan sastra dengan seluk beluk kehidupan manusia
Buku ini menganalisis kesalahan berbahasa, memberi pedoman berbahasa, khususnya dalam mengembangkan akal budi agar semakin mendapatkan kemantapan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran berbangsa dan bermasyarakat.
Penulis mencoba membedah seluk beluk kalimat dengan komponen-komponen pembentuknya yang diarahkan pada pemberian bekal teori secara rinci agar kita lebih mudah menganalisis kalimat dari segi fungsi, kategori, dan peran.