Buku Kritik Sastra Indonesia abad XXI ini menawarkan pembahasan berbagai asal usul, model, dan perspektif dalam memahami karya sastra, baik yang di dalangi oleh sastrawan dan filosof Indonesia hingga asing.
Buku ini merupakan apliasi kritik feminis, yang dapat menguji pembelaan perempuan dalam sastra Indonesia sekaligus membongkar prasangka gender dan subordinasi perempuan.
Buku ini pantas dan dapat membantu pelajaran menulis kreatif. Menulis karya sastra yang berorientasi praktik, bukan teori, menulis kreatif bukanlah menulis ilmiah, melaikan menulis dengan cara beda, berpaduan keterampilan menulis dan mentalitas kreatif.
Buku ini, selain coba meluruskan kesalahkaprahan pemahaman tentang konsep kritik sastra, juga berbagai jenis model (praktik)kritik sastra, mulai dari kritik puisi, novel, cerpen, esai sampang pada polemik kritik sastra. Setiap pembahasaan karya sastra, teori, metode, dan pendekatan kritik berintegrasi dalam analisis, interpretasi, dan evaluasi.
Dalam buku ini, penulis memaparkan konsep keterampilan membaca yang meliputi pengertian membaca, tujuan membaca, jenis membaca, tahapan membaca, minat baca, karakteristik pemilihan bahan bacaan, serta teknik dan metode membaca untuk menambah wawasan pembaca .Penulis juga menyajikan model membaca terbaru yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan
Buku ini berisi tentang bahasa dan tutur, pertuturan dan masalahnya, kesantunan bertutur, fungsi-fungsi pertuturan, etika dalam kegiatan bertutur, dan resume kesantunan berbahasa
Buku ini memberi tekanan utama bukan pada analisis teoritis, melainkan pada penerapan atau aplikasi dari beberapa prinsip pokok teori membaca lanjut.
Buku ini, memperlihatkan bahwa melibatkan tujuh kecerdasan lain akan membantu siswa memeroleh keterampilan membaca dan menulis, terutama siswa yang tidak cerdas pada bidang bahasa. Ketujuh kecerdasan lain itu adalah logika matematika,keruangan (spatial), kinestetika tubuh, musik, antar pribadi, dan alam.