Buku ini berisi tentang metodologi pengajaran bahasa.
Buku ini berisi tentang metodologi pengajaran bahasa.
Buku ini, mencoba memberikan rentang metodologis kritis sastra yang selama ini banyak dilupakan. Bukalah jendela kaca bening itu, mungkin penuh aroma keindahan. Mungkin pula ada kegelapan. Gelagat bahawa teori sastra menjadi "dewa" dalam memberi pengadilan pada karya, mestinya sudah mulai dihindarkan. Yang paling penting sisi metodologis tidak kacau balau, kritik sastra akan berjalan tepat sasa…
Buku ini membicarakan metode linguistik berdasarkan penelitian kualitatif, materi penelitian bahasa, serta metode kajian.
Buku ini mengungkapkan bagaiman peran sastra dalam memanusiakan lingkungan. Membahas wawasan pendekatan ekologi sastra dalam menganalisis interelasi sastra dan lingkungan. Buku ini menekankan pentingnya ekspoliatsin kultural oleh manusia terhadap lingkungan alam dan penyesuaian kehidupan manusia terhadap kondisi-kondisi suatu lingkungan.
Buku Kiat Sukses Menulis dengan Metode Framework Writing ini memberikan panduan penyusunan Karya Tulis, melalui pengembangan Kerangka Tulisan dengan memperhatikan di tahapan di dalam Panduan Tulisan.
Buku ini mengajarkan jurus-jurus kreatif dari dalam, bukan dari luar untuk menjadi pencipta bukan peniru.
Becoming a Traslator menggali teori penerjemahan dari berbagai ruang lingkupnya dan masukkan tren terbaru pada teori pembelajaran, keterampilan menginga, dan ilmu tentang otak (brain science). Disamping itu, buku ini dilengkapi dengan informasi dan sarana praktis yang dibutuhkan penerjemah pemula : - Kiat menerjemah dengan lebih cepat dan lebih akurat - Kiat menghadapi permasalahan yang muncu…
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman konkret penulis yang sudah pernah menuliskan lebih dari 490 artikel opini dan kolom di berbagai media massa.
Buku ini merupakan hasil telaah Ajip Rosidi atas sutera Sunda sesudah perang sampai tahun 1968 dengan uraian yang cukup luas tentang sastera Sunda sebelum perang. Maksudnya untuk memperkenalkan kegiatan sastera Sunda kepada lingkungan nasional. Karena selama revolusi boleh dikatakan tidak ada kegiatan sastera Sunda, maka jangka waktu yang dibahasnyaadalah sekitar delapan belas tahun.