Buku ini bercerita tentang Gwenda Reed baru saja menikah dengan Giles Reed. Pasangan muda ini ingin tinggal di rumah baru. Mereka memutuskan agar Gwenda yang mencari dan membeli rumah tersebut.
Buku ini menceritakan kesialan bertubi-tubi yang menimpa Danielle. Pernikahan yang sudah di depan mata terpaksa gagal karena kekasih memutuskan tali pertunangan. Ia juga dipecat dari pekerjaannya sebagai guru BP. Dan terkhir, orang tuanya menjual rumah mereka, sehingga Danielle harus mencari tempat tinggal baru.
Buku ini menceritakan tentang masa ketika teman hantu Risa, Hendrick, masih hidup. Hendrick Konnings merupakan anak keturunan bangsa Netherland yang cukup disegani di Bandoeng, tempat tinggalnya. Hendrick menjadi anak yang dipuja di sekolah, karena tak hanya pintar namun juga tampan.
Buku ini berisi cerpen-cerpen pilihan dari KOMPAS
Buku ini bercerita tentang kehidupan anak-anak Keluarga King dan sepupu-sepupu mereka, termasuk si Gadis Pendongeng. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang pertama, aku. Sang aku yang bernama Beverly mempunyai sudut pandang yang unik, berkali-kali saya kebingungan antara ini pikiran Beverly atau Gadis Pendongeng, sih? Sebab fokus Beverly lebih dominan ke Gadis Pendongeng.
Buku ini berisi kata-kata puitis tentang hubungan.
Buku ini membahas bagaimana optimalisasi Guru untuk tetap berdedikasi mengajar di masa kini
Buku ini menceritakan tentang tempat tinggal para Hobbit. Para manusia kurcaci yang memiliki telinga runcing dan berkaki lebar. Para Hobbit dulunya memiliki tempat tinggal di daerah pegunungan middle earth, tepatnya di gunung sunyi. Kehidupan para kurcaci yang sang berlimpah dengan kekayaan dibawah pimpinan raja Thor.
Buku ini berisi banyak pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini sebenarnya selalu bersemayam di dalam diri kita. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang begitu takut untuk kita ungkap dan utarakan.
Buku Centhini menembangkan pengembaraan Amongraga, pangeran muda yang terpaksa kabur meninggalkan Kerajaan Giri, setalah kerajaan Islam itu diserbu oleh Sultan Agung pada awal abad ke-17. Dalam perjalanan spriritualnya, Amongraga bertemu berbagai macam-macam manusia: pedagang keliling, para penembang, penggamel, ledek, warok, gemblak, sastrawan, sufi, pelacur, petapa Budha-Siwa, pandai besi, du…