Buku ini mengisahkan hubungan persahabatan antara Taka, Gugun, Keela, Elsa, dan Dewi. Setelah 10 tahun sejak kelulusan, Gugun, Keela, dan Dewi ternyata tidak ingat dan kenal sama Taka. Taka yang mendapati kenyataan tersebut lantas bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dalam kurun waktu 10 tahun ini.
Buku ini menceritakan tentang seorang aktivis politik yang sempat terjerumus ke jalan yang salah. Berawal dari pembebasannya dari pulau B, ia bermaksud pulang ke kampung halamannya, Pegaten. Namun, keraguan menghinggapi dirinya, sehingga ia urung pulang kembali ke keluarganya.
Buku ini mengisahkan seorang pria bernama Unggun yang memiliki kecemasan yang tergolong akut. Kecemasan ini hinggap di pikiran dan jiwa Unggun sejak ia memasuki tahun ketiga kuliahnya.
Buku ini merekam semua permasalahan yang muncul di Indonesia sejak tahun 2012 hingga saat ini dan memeberikan catatan-catatan kritis yang dapat menjadi masukan untuk mengurangi benang yang kusut tersebut khususnya di bidang pendidikan.
Buku ini menjelaskan sejarah benua Asia dan negara-negara di dalamnya yang saling berkaitan.
Buku ini lanjutan dari novel kedua dari Trilogi Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono
Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang anak muda yang mengunjungi daerah-daerah timur Indonesia untuk menelurusi keindahan alam, budaya, dan tradisi. Banyaknya tempat yang dikunjungi tentunya memiliki kebiasaan adat-istiadat dan interaksi sosial yang berbeda-beda.
Buku ini menceritakan mengenai kehidupan Masyarakat Karangsonga. Kesehariannya, mereka sebagian besar bekerja sebagai penderas Nira kelapa untuk dibuat gula merah. Oleh karena itu, mayoritas mereka adalah kalangan bawah yang hanya untuk makan saja susah.
Buku ini berisi karya-karya puitis Sapardi Djoko Damono
Buku ini mengisahkan tentang kondisi adat Bali. Tentang sebuah cinta yang terlarang dalam adat, apalagi tokohnya berasal dari kasta brahmana, kasta tertinggi di masyarakat Bali.