Buku pragmatik sastra ini hendak memberikan garis-garis awal penelitian kegunaan sastra pada tataran empirik. Pragmatik sastra adalah prespektif pemahaman sastra pada taraf fungsi sastra bagi kehidupan manusia.
Melalui buku ini, pembaca akan menghayati konsep sastra terapan dan bagaimana mengaplikasikannya. Ternyata sastra terapan itu luas cakupannya, seluas cakrawala sastra. Sastra dapat diterapkan untuk bidang : heutagogi, etnopragmatik, dan antropopragmatik. Sastra terapan memang tidak terlepas dari pragmatick sastra.
Buku ini berisi tentang sosiologi sastra.
Kajian ekologi sastra masih tergolong baru. Sastra sering arif lingkungan atau sebaliknya. Terlepas dari itu, ada anggapan bahwa tampaknya sastra berisi kisah nyata yang bernilai tinggi. Sastra ada yang dikategorikan sebagai sastra hijau, yang dapat memberikan pengetahuan, hiburan, mengembangkan imajinasi, serta memberikan pengalaman sehingga pembaca akan larut ke dalamnya.
Sastra dapat dipandang dari perpektif etnografi. Etnografi biasanya menjadi tumpuan bidang antropologi. Maka sastra etnografi sesungguhnya dapat menggunakan pijakan dari antropolgi sastra. Lewat buku ini, keraguan bidang antropologi sastra akan terjawab. Paling tidak, kita akan muncul gagasan bahwa sastra itu bersifat terbuka.
Melalu buku ini, pembaca akan diajak seperti sedang membuka sekat-sekat dan semak di hutan belantara sastra. Di jagad hutan, sastra seolah-olah jauh dari kemanusiaan. Di sisi lain, ada yang berasumsi bahwa semua sastra itu membuat humanitas.
Buku ini, mencoba memberikan rentang metodologis kritis sastra yang selama ini banyak dilupakan. Bukalah jendela kaca bening itu, mungkin penuh aroma keindahan. Mungkin pula ada kegelapan. Gelagat bahawa teori sastra menjadi "dewa" dalam memberi pengadilan pada karya, mestinya sudah mulai dihindarkan. Yang paling penting sisi metodologis tidak kacau balau, kritik sastra akan berjalan tepat sasa…
Buku ini mengungkapkan bagaiman peran sastra dalam memanusiakan lingkungan. Membahas wawasan pendekatan ekologi sastra dalam menganalisis interelasi sastra dan lingkungan. Buku ini menekankan pentingnya ekspoliatsin kultural oleh manusia terhadap lingkungan alam dan penyesuaian kehidupan manusia terhadap kondisi-kondisi suatu lingkungan.
Membaca buku ini, akan diajak untuk meneylami karya sastra dari wawasan ekokritik. Ekokritik Sastra adalah upaya memahami ertefak budaya baik lisan maupun tertulis. Ekokritik, adalah perspektif kajian yang berusaha menganalisis sastra dari sudut pandang lingkungan. Asumsi yang menggelindingi dari kajian ini, yaitu dari pemikiran bahwa karya sastra merupakan pantulan dari lingkungannya.
Buku ini menyajikan aneka teori kritik, agar tercipta sambal yang benar-benar menjadi daya tarik khusus. Sambal yang memanfaatkan cabai merah, darimu dengan resep jitu, tentu hasilnya akan menggugah gairah makan. Terlebih lagi, kalau sambal tadi sudah dikemas dalam wadah yang istimewa, disajikan dalam piring super, diletakkan di meja terhias, tentu semakin menyedot perhatian.