Buku ini merupakan sebuah kajian kritis atas pengetahuan mengenai gangguan pragmatik dan teori utama dalam bidang pragmatik. Buku ini mengkaji berbagai tingkatan dan lingkup gangguan pragmatik yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Buku ini mencoba melakukan suatu proses telaah ulang terhadap pragmatik untuk dapat menemukan kembali arahnya yang pasti dengan membuka kesempatan bagi pragmatik untuk menerima berbagai pengaruh dari filsafat, psikologis, patologi bahasa daan intelegensi artifisial sehingga pragmatik dapat diakui sebagai karakter yang benar-benar bersifat meltidisipliner.